Kimia Farma Ungkap Alasan Tunda Vaksinasi Berbayar

Kimia Farma Ungkap Alasan Tunda Vaksinasi Berbayar

 

Indohoki789.org – Jadwal vaksinasi Gotong Royong Individu berbayar yang sedianya bisa di akses di Klinik Kimia Farma hari ini di tunda. Kimia Farma akan melakukan perpanjangan proses sosialisasi terlebih dahulu.

Dia menjelaskan, penundaan ini akibat animo masyarakat yang begitu besar. Maka dari itu, pihak Kimia Farma perlu memperpanjang masa sosialisasi vaksinasi Gotong Royong berbayar ini.

Atas penundaan jadwal vaksinasi Gotong Royong ini, Kimia Farma memohon maaf kepada masyarakat. Kimia Farma juga berterima kasih atas antusiasme untuk mendorong terciptanya herd immunity ini.

“Kami mohon maaf sekali lagi atas ketidaknyamanan ini. Namun hal ini lakukan demi memberikan ‘customer journey’ yang lebih prima. Terima kasih atas pemahaman para pelanggan serta animo untuk bersama-sama mendorong tercapainya kekebalan komunal ( herd immunity) yang lebih cepat di Indonesia,” tuturnya.

Seperti di ketahui, pemerintah kini membuka Vaksinasi Gotong Royong individu berbayar yang bisa di dapat di Klinik Kimia Farma. Layanan vaksinasi COVID-19 berbayar ini di atur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19 yang merupakan perubahan kedua atas Permenkes Nomor 10 Tahun 2021. Permenkes ini di tetapkan Menkes Budi Gunadi Sadikin pada 5 Juli 2021.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, harga yang berlaku untuk vaksinasi Gotong Royong adalah Rp 321.660 per dosis dengan harga layanan Rp 117.910. Total untuk satu dosis menjadi Rp 439.570. Namun ada dorongan agar vaksinasi gotong royong individu ini di batalkan. Rencananya, vaksinasi mandiri ini sudah bisa di lakukan pada 12 Juli 2021.

 

Penolakan
Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono membuat petisi menolak vaksin mandiri di Indonesia. Menurutnya, vaksin mandiri menghalangi akses masyarakat kepada vaksin virus Corona (COVID-19).

Selain Pandu, petisi di situs change.org tersebut juga di buat oleh Irma Handayani dari LaporCovid-19, dan Sulfikar Amir.

Pandu merasa, kebijakan vaksin mandiri tidak memiliki rasa berkeadilan. Karena itu, dia meminta agar kebijakan vaksin mandiri di hapurksn.

Di lihat dari situs change.org, judul petisi itu adalah ‘Batalkan Vaksinasi Mandiri, #VaksinasiMandiriGakAdil, pukul 9.18 WIB, petisi tersebut telah ditandatangani oleh 7.800 orang.

Dalam petisi tersebut, di jelaskan alasan menolak vaksin mandiri. Di sebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksin mandiri hanya menguntungkan segelintir pihak.

“Menurut WHO pun, program vaksinasi yang di lakukan pihak swasta hanya menguntungkan dan mengutamakan masyarakat tingkat ekonomi menengah ke atas di  perkotaan saja. Dengan suplai vaksin yang masih sangat terbatas, masyarakat yang berada di daerah dan ekonomi menengah ke bawah yang justru memiliki tingkat risiko penularan yang lebih tinggi bisa tidak diprioritaskan dalam pembagian vaksin,” tulis petisi tersebut.

Jubir vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan seiring lonjakan kasus yang terjadi saat ini, Kemenkes memperoleh banyak masukan dari masyarakat untuk mempercepat vaksinasi melalui jalur individu.

“Vaksinasi Gotong Royong individu ini sifatnya hanya sebagai salah satu opsi untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi,” kata Nadia dihubungi terpisah.

Nadia menjelaskan bahwa dari sisi pelaksanaan, vaksinasi Gotong Royong individu tidak akan mengganggu vaksinasi program pemerintah. Sebab mulai dari jenis vaksin, fasilitas kesehatan, dan tenaga kesehatannya akan berbeda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat Chelsea Yuk
Hot Promo Indohoki789.org
- Welcome Bonus 100% (Slot Games, Sportsbook, Live Casino)
- Welcome Bonus 20% (All Games)
- Bonus Deposit 10% (All Games)
- Deposit Pulsa Telkomsel & XL Axiata Tanpa Potongan